www.mediatata.com. Program penarikan kembali (recall) Honda City di Indonesia akan dilakukan mulai 1 Maret 2010.
Secara bertahap, Honda Prospect Motor akan melakukan program ini hingga tiga hingga enam bulan, tergantung kondisi.
”Kami akan melakukan pemanggilan, baik melalui telepon maupun SMS. Atau konsumen bisa langsung datang ke dealer Honda terdekat. Konsumen tidak perlu menyiapkan dana sepeser pun karena ini adalah bentuk tanggung jawab dari Honda,” beber Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta kemarin.
Program recall Honda di Indonesia sebenarnya bukan kali pertama. Honda Prospect Motor pernah melakukan recall tahun 2007 pada 30.000 Honda Jazz. Ketika itu, relay fuel pump Honda Jazz bermasalah. Menurut Jonfis, recall bukanlah sebuah kelemahan. ”Ini yang harus dijelaskan. Recall bukan kejahatan. Kami menjamin bahwa recall tidak akan merusak imej produk,” tegasnya.
Presiden Direktur Honda Prospect Motor Yukihiro Aoshima mengatakan, program penarikan Honda City merupakan kewajiban produsen demi memastikan bahwa produk sesuai standar mutu yang diinginkan produsen. ”Karena itu kami selalu melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap setiap produk,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Freddy Sutrisno menilai recall merupakan kewajiban yang harus dilakukan ATPM.
”Jika memang dideteksi adanya masalah, recall memang harus dilakukan. Ini bukanlah suatu kesalahan, tetapi sebuah evaluasi,” terang Freddy.
Justru jika recall tidak dilakukan, lanjutnya, tanggung jawab produsen dipertanyakan. ”Itulah gunanya sebuah departemen after sales. ATPM atau juga produsen harus mempunyai tanggung jawab tentang suku cadang dan pelayanan setelah membeli,” jelasnya.
Dia menilai recall adalah hal biasa. Bahkan di sejumlah negara maju, recall dianggap sebagai evaluasi rutin demi memperhatikan keselamatan dan hak konsumen. ”Ini nggak akan berpengaruh (pada penjualan). Kejadian ini sudah berapa kali di Indonesia dan setelahnya tidak ada masalah untuk penjualan,” ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan,di negara-negara maju recall merupakan hal bagus yang menunjukkan tanggung jawab produsen. “Selama ini, kita menganggap recall itu jelek, padahal ada dua paradigma. Kalau recall di negara maju, itu justru bagus bagi industrinya. Artinya, si produsen bertanggung jawab,” kata Budi.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir menilai recall menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan kualitas produk. Seharusnya jika proses produksi dilakukan dengan baik dan melalui tahapan yang ketat, cacat produksi tidak perlu terjadi. Husna menjelaskan, uji kelaikan produk sebelum dilepas ke pasar harus dilakukan secara ketat. Apalagi untuk sebuah produksi massal seperti mobil yang banyak digunakan oleh masyarakat.
Recall ToyotaDi bagian lain, kemarin, PSA Peugeot Citroen mengumumkan penarikan 90.000 mobil Peugeot 107 dan Citroen C1. Peugeot mengikuti langkah penarikan kendaraan yang dilakukan Toyota Motor Corp pekan lalu di Amerika Serikat dan Eropa. Langkah Peugeot dinilai realistis karena baik Toyota maupun produsen automotif Prancis tersebut melakukan produksi bersama di satu pabrik di Kolin, Republik Ceko.
Pabrik tersebut dimiliki Toyota Peugeot Citroen Automobile (TPCA) di mana Toyota menjadi pengelolanya. “Kita akan melakukan penarikan seperti Toyota. Komponen yang cacat tidak digunakan di semua mobil Peugeot, hanya pada sekitar 10 persen produksi C1 dan 107,” kata Juru Bicara Peugeot Jean-Marc Sarret kemarin.
Sarret menegaskan, bahwa tidak ada laporan kecelakaan akibat cacat pedal gas. Di Detroit, kemarin, Toyota mengumumkan perbaikan 2,4 juta unit mobil dari delapan model yang baru-baru ini ditarik dari pasar AS. Toyota berjanji akan memperbaiki kesalahan pada pedal gas (accelerator pedal). “Kami sangat menyesalkan telah mengakibatkan kita merasa tidak nyaman.
Kami melakukan segala hal yang semaksimal mungkin kita dapat secepatnya memperbaiki semuanya,” ujar Presiden dan CEO Toyota Motor Sales Amerika Serikat Jim Lentz. “Bagi kita tidak ada yang lebih penting selain keselamatan dan keandalan kendaraan bagi pelanggan kami,” tambah dia.
Kabar penarikan mobil ini telah menjadi mimpi buruk bagi Toyota di AS. Reputasi Toyota di pasar AS terpuruk akibat kesalahan ini. Toyota telah mengeluarkan permintaan maaf melalui iklan di surat kabar di AS.
Sumber:
autos.okezone.com